MUSIRAWAS EKSPRED.COM, MUSI RAWAS – Kepedulian terhadap masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui bantuan sosial. Di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutlah) yang masih menjadi perhatian serius, Polres Musi Rawas mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu mencegah dan menanggulangi kebakaran yang dapat mengancam lingkungan, kesehatan, hingga kehidupan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Kapolres Musi Rawas AKBP Agung Adhitya Prananta, S.I.K., S.H., M.H, saat menghadiri peresmian sekaligus penyerahan kunci rumah hasil program bedah rumah personel Polres Musi Rawas di Dusun 6, Desa Prabumulih 1, Kecamatan Muara Lakitan, Jumat (11/09/2026).
Kegiatan bedah rumah tersebut merupakan salah satu program unggulan Polres Musi Rawas sekaligus bentuk kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu. Rumah milik Darpin (53), seorang buruh tani, sebelumnya berada dalam kondisi tidak layak huni. Melalui program tersebut, rumah Darpin kini dapat ditempati dengan kondisi yang lebih layak dan nyaman.
Menariknya, program bedah rumah itu merupakan hasil kepedulian bersama personel Polres Musi Rawas yang secara rutin menyisihkan donasi setiap bulan.
Namun di balik kegiatan sosial tersebut, Kapolres juga menitipkan pesan penting kepada masyarakat: perjuangan menjaga keselamatan masyarakat tidak berhenti pada membangun rumah, tetapi juga menjaga agar rumah dan lingkungan masyarakat tetap aman dari ancaman Karhutlah.

“Masalah Karhutlah adalah masalah kita semua. Mari kita bergandeng tangan dalam penanggulangan Karhutlah ini,”tegas Kapolres Musi Rawas.
Menurutnya, penanganan Karhutlah tidak dapat dibebankan hanya kepada kepolisian, TNI, pemerintah, perusahaan maupun petugas pemadam. Dibutuhkan kepedulian dan keterlibatan masyarakat sejak dari tingkat paling bawah.
Sebab, satu titik api yang dibiarkan dapat berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar. Dampaknya pun bukan hanya lahan yang terbakar, tetapi dapat merusak lingkungan, mengganggu kesehatan, menghambat aktivitas masyarakat, hingga menimbulkan kerugian ekonomi.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membiarkan api menyala tanpa pengawasan, serta segera melaporkan apabila melihat adanya titik api atau kebakaran lahan.
Jangan menunggu api membesar untuk bergerak. Mencegah jauh lebih mudah daripada memadamkan.
Semangat gotong royong dalam penanganan Karhutlah juga terlihat dari keterlibatan berbagai pihak di wilayah Muara Lakitan. Sejumlah perusahaan dan unsur masyarakat turut memberikan dukungan kepada Polres Musi Rawas, baik berupa bantuan perlengkapan pemadam, dukungan kegiatan pencegahan maupun bantuan operasional penanganan Karhutlah.
Dukungan tersebut antara lain datang dari PT SMS, PT Lonsum MRL dan BTL, PT PPA, KUD Prabu Karya Sejahtera, serta Pemerintah Desa Prabumulih 1.
Bahkan, dalam kegiatan tersebut Polres Musi Rawas memberikan penghargaan kepada pihak-pihak yang dinilai telah berkontribusi dalam penanganan Karhutlah dan kegiatan sosial kemasyarakatan.
Penghargaan itu menjadi pesan bahwa setiap tangan yang ikut membantu memadamkan api adalah bagian dari upaya menyelamatkan masyarakat dan lingkungan.
Kapolres Musi Rawas juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus memberikan apresiasi kepada pihak-pihak yang terlibat langsung dalam penanganan Karhutlah.
Selain peresmian bedah rumah dan pemberian penghargaan, kegiatan juga diisi dengan penyerahan 30 paket bantuan sosial kepada warga kurang mampu.
Bagi Darpin, rumah yang kini berdiri lebih layak bukan sekadar bangunan baru. Bantuan tersebut menjadi bukti bahwa ketika kepedulian dan gotong royong bergerak bersama, kehidupan masyarakat dapat berubah menjadi lebih baik.
Begitu pula dalam menghadapi Karhutlah.
Api tidak mengenal batas desa, perusahaan, maupun status sosial. Ketika kebakaran terjadi, dampaknya dapat dirasakan bersama. Karena itu, pencegahannya juga harus dilakukan bersama.
Dari Muara Lakitan, pesan itu kembali ditegaskan:
Jaga lahan kita. Jaga hutan kita. Jaga udara kita.
Jangan bakar lahan. Jangan biarkan api. Laporkan dan bergerak bersama sebelum terlambat.
Karhutlah adalah masalah kita bersama, dan menghentikannya juga harus menjadi gerakan bersama.














