MUSIRAWAS EKSPRES.COM, Musi Rawas – Kondisi memprihatinkan terlihat di pusat kota Kabupaten Musi Rawas yang kini tampak gelap gulita akibat minimnya penerangan lampu jalan. Situasi ini tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat pada malam hari, tetapi juga menghilangkan kesan keindahan sebagai wajah utama daerah.
Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah titik strategis di pusat kota tidak memiliki penerangan yang memadai. Jalanan yang seharusnya menjadi ikon kebanggaan daerah justru terlihat suram, sepi, dan tidak representatif saat malam hari.
Kondisi ini menuai kritik dari aktivis Laskar Anti Korupsi Pejuang 45. Melalui pernyataannya, aktivis Ahlul Fajri menilai pemerintah daerah terkesan abai terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
“Penerangan jalan bukan sekadar fasilitas tambahan, tapi kebutuhan dasar yang menyangkut keselamatan dan keamanan masyarakat.
Jika pusat kota saja gelap gulita, ini menunjukkan lemahnya perhatian pemerintah terhadap pelayanan publik,” tegasnya.
Ia juga menyoroti bahwa kondisi ini berpotensi meningkatkan angka kriminalitas serta kecelakaan lalu lintas di malam hari.
“Jangan sampai gelapnya kota menjadi ruang bagi tindakan kejahatan. Pemerintah harus segera bertindak, bukan menunggu korban,” tambahnya.
Selain aspek keamanan, Laskar Anti Korupsi Pejuang 45 juga menilai kondisi tersebut mencoreng estetika kota. Sebagai pusat pemerintahan di wilayah Sumatera Selatan, Musi Rawas dinilai kehilangan nilai keindahan dan daya tariknya.
“Ini pusat kota, wajah daerah. Seharusnya terang, tertata, dan indah. Kalau gelap seperti ini, bagaimana masyarakat bisa bangga?” ujarnya.
Lebih lanjut, pihaknya meminta adanya transparansi dalam pengelolaan anggaran penerangan jalan umum (PJU). Ia menegaskan bahwa jika ditemukan indikasi kelalaian atau penyimpangan, maka harus ditindak sesuai aturan hukum yang berlaku.
Masyarakat pun berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki dan mengoptimalkan fungsi lampu jalan. Perbaikan ini dinilai penting demi menciptakan rasa aman, kenyamanan, serta mengembalikan citra pusat kota Kabupaten Musi Rawas sebagai kawasan yang layak dan representatif.














