MUSIRAWAS EKSPRES.COM, Lubuklinggau – Warga Kota Lubuklinggau digegerkan dengan kabar yang beredar di medsos mengenai peristiwa seorang anak yang diduga hanyut dan tenggelam saat mandi di bendungan Water Vaang, Minggu (25/04/2026).
Informasi awal mencuat dari laporan warga yang menyaksikan kejadian tersebut. Disebutkan, bahwa korban yang masih berusia 12 tahun itu tengah mandi di aliran air bendungan Water Vaang bersama dua rekannya, sebelum akhirnya diduga terseret arus sungai dan tenggelam.
Tidak lama setelah kejadian, Tim gabungan dari Damkar dan Basarnas, serta pihak kepolisian langsung turun ke lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Pencarian juga dibantu oleh warga sekitar yang berupaya menyisir aliran sungai dan bendungan Water Vaang.
Korban diketahui bernama Ivan (12), warga Gang Jambu, Kelurahan Taba Koji, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, tepatnya di sekitar belakang toko Pizza Hut. Ivan merupakan anak kedua dari pasangan Santi dan Ucok Siregar, serta tercatat sebagai pelajar di SMP Negeri 3 Lubuklinggau.
Kapolsek setempat, AKP Rodiman, menjelaskan bahwa kejadian bermula sekitar pukul 15.30 WIB. Saat itu, korban bersama dua rekannya, yakni Rafael Saputra yang tinggal di Jalan Jambu dan Bramantio (Dimas), datang ke lokasi wisata Water Vaang dengan tujuan untuk mandi.

“Ketiganya mandi di area DAM Dua bendungan Watervang. Berdasarkan keterangan saksi, setelah korban Ivan melompat ke dalam air, ia tidak muncul kembali ke permukaan,” ungkap AKP Rodiman.
Saksi bernama Dimas yang melihat langsung kejadian tersebut kemudian memberitahukan kepada rekannya, Rafael Saputra, bahwa Ivan diduga hanyut dan tenggelam. Mereka pun segera meminta bantuan kepada warga sekitar.
Upaya pencarian terus dilakukan hingga akhirnya sekitar pukul 17.25 WIB, warga menemukan petunjuk berupa celana korban yang hanyut di aliran sungai menuju Bendungan Siring Agung. Tak lama berselang, korban pun berhasil ditemukan oleh warga di sekitar aliran tersebut.
Peristiwa ini menambah duka bagi keluarga korban dan menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di area perairan, terutama di lokasi yang memiliki arus cukup deras seperti bendungan Water Vaang. (*)














