MUSIRAWAS EKSPRES.COM, Lubuklinggau – Laskar Anti Korupsi Pejuang 45 (LAKI P45) mempertanyakan efektivitas penggunaan anggaran pemeliharaan Gedung DPRD Kota Lubuklinggau setelah menemukan sejumlah fasilitas yang diduga tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Ketua Perwakilan LAKI P45, Ahlul Fajri, mengatakan sebelumnya pihaknya telah menyoroti persoalan jaringan internet (WiFi) di lingkungan DPRD. Namun, saat melakukan peninjauan kembali, LAKI P45 juga menemukan kondisi toilet (WC) yang tidak dapat digunakan karena tidak tersedia aliran air.
“Ini menjadi pertanyaan besar. Jika benar anggaran pemeliharaan gedung setiap tahun mencapai puluhan juta bahkan ratusan juta rupiah, mengapa masih ditemukan fasilitas dasar seperti toilet yang tidak berfungsi? Padahal toilet merupakan kebutuhan utama bagi pegawai maupun masyarakat yang datang ke kantor DPRD,” tegas Ahlul Fajri.
Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan pemeliharaan sarana dan prasarana gedung DPRD.
LAKI P45 meminta Sekretariat DPRD Kota Lubuklinggau menjelaskan secara terbuka penggunaan anggaran pemeliharaan gedung, termasuk rincian kegiatan yang telah dilaksanakan, agar masyarakat mengetahui apakah anggaran tersebut benar-benar digunakan secara efektif dan sesuai peruntukannya.
“Kami tidak ingin langsung menyimpulkan adanya penyimpangan. Namun, fakta di lapangan menunjukkan masih ada fasilitas yang tidak berfungsi. Oleh karena itu, kami meminta dilakukan evaluasi dan audit terhadap pelaksanaan pemeliharaan gedung DPRD,” kota Lubuklinggau lanjutnya.
LAKI P45 juga mendorong Inspektorat Kota Lubuklinggau melakukan pemeriksaan terhadap realisasi anggaran pemeliharaan fasilitas gedung, termasuk sistem penyediaan air bersih, jaringan internet, serta sarana pelayanan publik lainnya.
“Jangan sampai anggaran pemeliharaan hanya habis di atas kertas, sementara kondisi fasilitas yang digunakan masyarakat justru memprihatinkan. Setiap rupiah uang rakyat harus dapat dipertanggungjawabkan,” tutup Ahlul Fajri.














