banner 728x250

Kadis Perhubungan Lubuklinggau Diduga Menjadi Beking Bisnis Parkir Keluarga Walikota.

MUSIRAWAS EKSPRES, Lubuk linggau – Bisnis area parkir di Kota Lubuklinggau sangat menjanjikan sehingga menjadi ladang bisnis untuk menghasil kan pundi pundi rupiah

Namun sayang area parkir Kota Lubuklinggau diduga sudah di kuasai oleh keluarga Wali kota Lubuklinggau seperti yang terjadi di Taman Olah Raga Megang (TOM) semula area parkir di depan TOM di berikan SK kepada  nama Titi Dewi Jayati yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Perhubungan Kota lubuk linggau.

Berdasarkan petunjuk dari Kadis Perhubungan Kota Lubuklinggau, namun Titi Dewi Jayati harus menerima kekecewaan. Area parkir yang mestinya di kelola oleh dirinya di berikan kepada sepupu dari Walikota yang bernama Okta. pada hal Okta sudah mendapatkan area parkir yang berada di dalam lingkungan TOM.

Menurut Kadis Perhubungan,  ia mendapatkan telpon langsung dari Walikota Lubuklinggau agar area parkir tersebut di serahkan dan akan di kelola oleh sepupunya.

Kemudian Titi dan suaminya di panggil ke kantor Dinas Perhubungan Kota Lubuklinggau dan ditawari lokasi baru yang berada di depan pagar Mie Gacoan dengan SK atas nama Bambang suami dari Titi. Namun saat melaksanakan uji petik mereka mendapatkan perlakuan kasar dari juru parkir lama dengan merampas uang hasil parkir yang mereka kumpulkan.

Kemudian Bambang menelpon Kadis Perhubungan guna melaporkan apa yang terjadi.dan mendapatkan respon Kadis Perhubungan memerintahkan 2 orang anak buahnya yang bernama Eja dan Afri guna melakukan mediasi dengan juru parkir lama, saat mediasi juru parkir tidak mau menyerahkan lahan parkir tersebut dengan alasan mereka sudah lama kerja markir di sana.

Mereka mengatakan kalau mereka orang Walikota dan di rekrut kakak Walikota langsung mereka akan menelpon Walikota kota jelas Edi juru parkir lama. Pada hal juru parkir lama sudah 3 tahun tidak menyetor restribusi ke Dinas Perhubungan Kota Lubuklinggau.

Tidak lama Kadis Perhubungan menelpon anak buahnya yang bernama Eja dengan mengatakan kalau pak Walikota kota sudah tahu kalau ada keributan di Mie Gacoan dan Kadis perhubungan memerintahkan anak buah nya agar memberikan kembali parkiran tersebut ke juru parkir lama

Yang menjadi pertanyaan besar ada apa sehingga keputusan kepala dinas dapat berubah secepat itu setelah mendapatkan telpon dari Walikota?

Kekuasaan dan jabatan seringkali tidak akan berpihak pada masyarakat mereka lebih mementingkan keluarga dan kolega mereka dulu baru sisanya masyarakat, KKN sudah jadi tradisi oleh pejabat pejabat yang sedang berkuasa.

(Tim redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *