MUSIRAWAS EKSPRES.COM, Seluma Bengkulu – Hingga hari ini, kondisi jalan menuju Kecamatan Ulu Talo belum juga mendapat penanganan serius dari pemerintah daerah.
Kerusakan yang terjadi tidak hanya sebatas jalan berlubang, namun sudah memasuki tahap sangat mengkhawatirkan, dengan beberapa titik jalan nyaris putus bahkan telah tergerus abrasi sungai.
Laskar Anti Korupsi Pejuang 45 (LAKI P45) menilai, lambannya respons Pemerintah Kabupaten Seluma terhadap kondisi ini merupakan bentuk kelalaian nyata dalam memenuhi kewajiban pelayanan dasar kepada masyarakat, khususnya di wilayah pedalaman.
Ketua Perwakilan LAKI P45, Ahlul Fajri, menegaskan bahwa kerusakan jalan menuju Ulu Talo saat ini telah mengancam keselamatan warga. Di beberapa titik, badan jalan rusak berat akibat abrasi Sungai Talo dan anak-anak sungainya, serta longsor yang terus dibiarkan tanpa penanganan permanen.
“Ini bukan lagi soal jalan rusak biasa. Di beberapa titik jalan menuju Ulu Talo sudah hampir putus, bahkan ada yang sudah tidak layak dilalui. Jika pemerintah terus diam, maka ini bisa berujung pada isolasi wilayah dan korban jiwa,” tegas Ahlul Fajri.
Ironisnya, kata Ahlul, pemerintah justru abai, sementara masyarakat dipaksa bertahan dengan cara swadaya. Salah satu contoh paling nyata terjadi di pangkal Desa Pagar, tepatnya di gorong-gorong Sungai Bemban, yang telah putus akibat abrasi. Agar akses tetap terbuka, warga terpaksa bergotong royong memperbaiki sendiri, mulai dari tenaga hingga urunan uang untuk membeli gorong-gorong dan menyewa alat berat.
“Ini sangat memalukan.
Ketika negara seharusnya hadir, justru rakyat yang dipaksa menambal kegagalan pemerintah dengan uang dan tenaga mereka sendiri. Ini bukti nyata pembiaran,” lanjutnya.
LAKI P45 menilai alasan klasik pemerintah daerah terkait keterbatasan anggaran sudah tidak dapat diterima. Menurut mereka, persoalan ini bukan sekadar soal anggaran, melainkan soal keberpihakan, skala prioritas, dan kemauan politik pemerintah daerah.
“Jika anggaran kecil terus dijadikan tameng, lalu untuk apa pemerintah daerah? Jalan ini adalah urat nadi ekonomi, pendidikan, dan kesehatan masyarakat Ulu Talo. Tidak ada alasan pembenar untuk terus menunda,” ujar Ahlul.
LAKI P45 secara tegas mengingatkan dan mendesak Pemerintah Kabupaten Seluma agar segera menganggarkan dan mengalokasikan dana khusus untuk perbaikan jalan menuju Ulu Talo dalam APBD, termasuk penanganan darurat terhadap titik-titik rawan abrasi dan longsor.
Selain itu, LAKI P45 juga meminta Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk tidak tutup mata dan segera turun tangan membantu Kabupaten Seluma sebelum kondisi semakin parah.
“Jangan tunggu ada korban, jangan tunggu jalan benar-benar putus total. Jika ini terus diabaikan, kami akan naikkan persoalan ini ke tingkat provinsi dan pusat, serta mengawal secara serius penggunaan anggaran infrastruktur,” tegas Ahlul Fajri.
LAKI P45 menegaskan, jalan yang layak adalah hak rakyat, bukan hadiah dari pemerintah. Negara wajib hadir, dan pemerintah daerah tidak boleh terus membiarkan masyarakat Ulu Talo berjuang sendiri menghadapi ancaman keterisolasian.














