MUSIRAWAS EKSPRES.COM, Lubuklinggau – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, masyarakat pelanggan PDAM di Kota Lubuklinggau mengeluh tidak mengalirnya air bersih selama kurang lebih tiga hari terakhir. Kondisi ini tentu sangat meresahkan, mengingat kebutuhan air bersih meningkat drastis menjelang hari besar keagamaan.
Menindaklanjuti keluhan tersebut, Laskar Anti Korupsi Pejuang 45 (LAKI P45) menyampaikan keprihatinan sekaligus peringatan keras kepada pihak pengelola PDAM dan Pemerintah Kota Lubuklinggau agar segera mengambil langkah konkret dan cepat dalam mengatasi permasalahan ini.
“Air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat. Tidak mengalirnya air selama berhari-hari, apalagi menjelang Idul Fitri, merupakan bentuk kegagalan pelayanan publik yang tidak bisa ditoleransi,” tegas perwakilan LAKI P45.
LAKI P45 juga menyoroti besarnya anggaran yang telah dikucurkan untuk perbaikan dan peningkatan mutu pelayanan PDAM yang mencapai sekitar Rp20 miliar pada tahun 2025. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa anggaran tersebut belum memberikan dampak signifikan terhadap kualitas layanan kepada masyarakat.
“Kami menilai anggaran yang begitu besar terkesan sia-sia karena tidak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Oleh karena itu, kami mempertanyakan kinerja serta kualitas pekerjaan proyek revitalisasi intake PDAM yang diduga tidak berjalan maksimal,” lanjutnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada masyarakat, LAKI P45 mendesak:
Pihak PDAM segera memulihkan distribusi air secara normal tanpa penundaan.
Pemerintah Kota Lubuklinggau turun langsung melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja PDAM.
Dilakukan audit transparan terhadap penggunaan anggaran revitalisasi untuk memastikan tidak adanya penyimpangan.
Apabila dalam waktu dekat tidak ada perbaikan yang signifikan, LAKI P45 menyatakan akan mengambil langkah lanjutan sesuai dengan mekanisme hukum dan pengawasan publik.
“Ini bukan sekadar keluhan, ini adalah peringatan keras. Jangan sampai hak dasar masyarakat diabaikan,” tutup pernyataan tersebut.














