OPINI.
Oleh : Ica Frogles, S.E.
Dalam dunia kerja yang semakin kompetitif dan terspesialisasi, penempatan seseorang pada jabatan yang tepat bukan sekadar masalah administratif, melainkan strategi krusial bagi keberhasilan organisasi. Prinsip _“the right man on the right place”_ tetap menjadi fondasi utama dalam manajemen sumber daya manusia.
Beberapa alasan mengapa keselarasan antara jabatan dengan latar belakang pendidikan dan atau keahlian sangatlah vital :
1. Efektivitas dan Efisiensi Kerja
Seseorang yang memiliki latar belakang pendidikan yang relevan dengan tugasnya tidak perlu memulai segalanya dari nol. Mereka sudah memiliki kerangka berpikir, teori dasar, dan metodologi yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan. Hal ini secara otomatis meningkatkan efisiensi waktu dan mengurangi risiko kesalahan teknis yang fatal.
2. Kualitas Output yang Unggul
Keahlian (expertise) yang diasah melalui pendidikan formal dan pengalaman praktis memungkinkan seseorang untuk bekerja dengan standar kualitas yang lebih tinggi. Seorang profesional yang kompeten di bidangnya mampu memberikan inovasi dan solusi kreatif terhadap permasalahan yang kompleks yang mungkin tidak terlihat oleh mereka yang tidak memiliki dasar ilmu yang kuat di bidang tersebut.
3. Peningkatan Motivasi dan Kepuasan Kerja
Bekerja di bidang yang dikuasai cenderung meningkatkan kepercayaan diri karyawan. Ketika seseorang merasa mampu dan kompeten dalam menjalankan tanggung jawabnya, kepuasan kerja akan meningkat. Sebaliknya, menempatkan seseorang di jabatan yang jauh dari keahliannya dapat memicu stres, rasa rendah diri, hingga kejenuhan (burnout) karena beban kerja yang terasa tidak masuk akal.
4. Keamanan dan Standar Profesionalisme
Pada profesi tertentu—seperti teknik, medis, hukum, atau keuangan—keselarasan pendidikan adalah syarat mutlak yang berkaitan dengan keamanan dan legalitas. Ketidaksesuaian kompetensi di sektor-sektor sensitif ini tidak hanya merugikan organisasi, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan publik atau menyebabkan masalah hukum yang serius.
Sedikit melirik tentang rekrutmen posisi strategis di sebuah perusahaan daerah tepatnya Direktur PDAM di Kota Lubuklinggau yang saat ini sedang berlangsung, maka bisa dikatakan sangat jauh seperti yang diuraikan diatas. Pemilihan pimpinan sebuah perusahaan apalagi yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat banyak tentu bukan rangkaian uji coba. Terlebih air bersih merupakan salah satu bagian terpenting dalam kemaslahatan manusia. Tentu kita berharap yang akan menjadi pimpinan atau yang memegang tongkat komando perusahaan PDAM di Kota Lubuklinggau adalah benar-benar orang yang tepat yang memang betul-betul memahami tentang manajemen pengelolaan air yang baik dan benar agar mampu memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat.
Maka dari itu, diharapkan panitia pelaksana dan atau panitia seleksi rekrutmen Pimpinan PDAM Kota Lubuklinggau hari ini harus melakukan evaluasi ulang. Jangan sampai timbul persoalan-persoalan baru dikemudian hari yang mana hal tersebut akan berdampak pada terhambatnya upaya mewujudkan visi “Linggau Juara”.














